Alat berat pada perusahaan

Penggunaan alat-alat berat pada perusahaan banyak digunakan untuk berbagai keperluan yang umumnya seperti mengangkat barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Alat-alat berat yang digunakan pada industri tentu tidak ‘seberat’ pada konstruksi atau pertambangan.
Alat-alat berat itu yang umum dipakai adalah forklift dengan berbagai kapasitas mulai dari 2,5 ton, 5 ton, 15 ton atau 25 ton.
Penggunaannya untuk mengangkut bahan baku sampai mengangkut bahan jadi untuk diangkut seterusnya seperti truk sampai ke distributor atau pelanggan.

Selain forklift banyak juga yang tidak menggunakan forklift karena sudah ada crane yang dipasang permanen pada pabrik sehingga kebutuhan untuk memindahkan barang cukup dengan crane tersebut.
Bagaimanapun juga penjualan forklift dari tahun ketahun semakin meningkat dengan semakin tumbuhnya industri manufaktur.
Jika barang yang diangkut cukup ringan malah tidak membutuhkan forklift atau crane sama sekali. Cukup dingkut dengan ‘jacklift’ semacam kereta sorong yang bisa dinaikkan dan diturunkan dengan tenaga hydrolik biasanya barang yang diangkut hanya dibawah 1 ton.


Alat berat seperti forklift membutuhkan perawatan yang intensif apalagi kalau operasionalnya terus menerus bahkan ada pabrik yang beroperasi 24 jam maka penggunaan forklift juga seperti itu sehingga ganguan pada forklift sering terjadi. Untuk itu pabrik yang demikian juga menyediakan khusus perawatan forklif atau workshop sebagai bengkel perawatan.
Sebaliknya ada juga pabrik yang tidak setiap saat memerlukan pengangkutan itu hanya pada waktu tertentu saja sehingga mereka memlilih untuk menyewa dari rental yang dihitung perjam nya.
Suku cadang dari forklift itu cukup mahal dan pembeliannya pun ditempat tertentu tidak seperti suku cadang mobil yang ada dimana saja.
Teknisi untuk forklift juga diatas montir kendaraan seperti mobil sehingga maintenance forklift mmbutuhkan skill yang menguasai alat-alat berat seperti forklift tersebut.

Alat angkut lain yang paling umum digunakan pada pabrik adalah crane. Kapasitas crane juga bermacam-macam seperti 2 ton, 5 ton,10 ton atau sampai 25 ton. Sebenarnya penggunaan crane lebih hemat dibandingkan dengan forklift. Untuk maintenace mesin-mesin pabrik juga sangat membutuhkan crane seperti ada ‘overhaul’ untuk mesin-mesin. Jika ada crane diatasnya maka sangat membantu untuk bongkar pasang dari bagian-bagian mesin tersebut.
Hanya saja keuntungan forklift adalah adalah kecepatan dalam pengangkutan selain itu mengangkat pada bagian-bagian posisi dimana tidak bisa dijangkau oleh crane.

Pabrik mesin plat lubang biasanya menggnakan kedua jenis alat angkut tersebut seperti pada plat lubang jakarta. Crane dan forklift saling menunjang dalam kegiatan operasional pabrik. Crane biasanya digunakan untuk mengangkut baja gulungan atau coil yang rata-rata beratnya 5 -10 ton sedangkan hasil produksi seperti plat lembaran lebih efektif diangkut dengan forklift yang biasanya ditempatkan diatas pallet seperti harga plat lubang stainless steel yang mahal itu biasanya disediakan pallet dan dilapisi dengan kertas setiap lembarannya agar tidak mudah tergores ketika diangkat atau memisahkan satu lembaran dengan lembaran lainnya.

Jelas bahwa alat berat banyak dibutuhkan untuk pembangunan, untuk pabrik manufaktur seperti forklift dan crane adalah yang paling umum. Maka kebutuhan akan alat-lat seperti terus bertambah seiring dengan pertumbuhan industri.

Related posts:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *