Apa itu persekusi Kasus korban dan kejahatan persekusi

Persekusi menurut kamus Besar Indonesia adalah Pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti atau dipersusah.
Kasus persekusi adalah tindakan sewenang-wenang dilakukan sekompok orang yang dilakukan secara terencana terhadap seseorang atau sekelompok orang. Yang jelas persekusi itu beda dengan main hakim sendiri, persekusi tindakan memburu seseorang atau golongan tertentu yang dilakukan sewenag-wenang dan juga dengan sistematis.




Persekusi berhubungan juga dengan tindakan untuk menyakiti secara fisik dan psikis. Untuk melancarkan aksinya pelaku menentukan target terlebih dahulu.

Untuk menentukan target, dilakukan pengumpulan data terhadap target, kemudian lalu memviralkan, lalu dilakukan tahapan berburu dan memobilisasi massa dengan melakukan pengumuman dan koordinasi dilapangan untuk tujuan target.

Kemudian setelah target tercapai memaksa orang tersebut memaksa secara secara tertulis untuk melakukan permintaan maaf, lalu di foto dan juga memvideokan. Setelah itu memviralkan target yang telah ditangkap tersebut dan dibawa ke polisi untuk ditahan.

Jadi dengan perencanaan yang sistematis seperti itu jelas bukan tindakan main hakim sendiri yang umumnya secara spontan, sedang persekusi direncanakan dengan matang dengan terlebih dahulu mengindentifikasi korbannya.

Target yang dimaksud adalah seseorang yang dianggap menistakan agama khususnya agama islam dengan cara menscreenshoot postingan seseorang dengan target profile seseorang dan melaporkannya ke email kelompok itu lalu mengindentifikasi korbannnya.

Kemudian mereka membuat indentifikasi dengan “Buronan umat islam” diakses dengan mudah lalu diviralkan agar dengan mudah memburu target.

Lalu apa tindakan pemerintah? Ternyata polisi tidak tinggal diam. Beberapa anggota melakukan persekusi tersebut resmi ditahan. Saat ini ada 2 tersangka yang sedang ditahan karena kasus persekusi terhadap remaja M. Hal ini dijelaskan oleh  AKBP Hendy F Kurniawan selalu Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Tambahnya kini sedang memeriksa delapan saksi, dan kini sedang mencari terduga persekusi lainnya.

Sebelumnya ada seorang remaja menjadi korban persekusi yang menulis di status facebooknya yang dianggap menghina ulama. Pemukulan terhadap remaja tersebut menjadi viral.




Hukum-hukum yang dikenakan berkaitan dengan Persekusi adalah seperti KUHP pasal 167 ayat 1, tentang masuk pekarangan orang lain tanpa izin : Pidana penjara 9 bulan. Jadi melarang orang memasuki rumah atau kantor orang lain yang merupakan wilayah privat.

Lalu pasal KUHP pasal 335 ayat 1 memaksa orang lain untuk menandatangani permintaan maaf dan butir 1 tentang perbuatan yang tidak menyenagkan (pidana penjara 1 tahun) dan membawa paksa target ke kantor polisi
KUHP pasal 333 ayat1  tentang penculikan pidana penjara 8 tahun

Related posts:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *