Asuransi akibat banjir di Indonesia




Perlindungan terhadap banjir dengan klaim asuransi umumnya masih kebanyakan untuk kendaraan seperti mobil. Asuransi kendaraan seperti ‘all risk’ itupun belum tentu menanggung semua asuransi ketika di klaim, sebab kebanyakan perusahaan asuransi memasukkannya sebagai bencana besar yang tidak dapat bisa dijadikan sebagai klaim pertanggungan pada klausul force majeur.

Sebelum memandatangan asuransi kendaraan anda sebaiknya membaca secara detail klaim apa saja yang ditanggung, apakah termasuk akibat banjir di dalamnya.  Apalagi tempat atau lokasi tempat anda memang rawan banjir. Maka untuk itu pastikan kembali jenis klaim yang ditanggung oleh asuransi tersebut.

Untuk kendaraan seperti mobil perusahaan asuransi di Indonesia masih banyak yang enggan untuk membuat cakupan perlindungan banjir terhadap kendaraan seperti mobil tersebut. Hal ini disebabkan karena banjir di Indonesia sudah pasti selalu terjadi. Seperti pulau jawa termasuk di ibukota. Walau saat ini di ibukota titik-titik banjir tersebut berusaha untuk terus dikurangi dengan normalisasi sungai dengan memindahkan warga yang tinggal di bantaran sungai kerumah susun.
Banjir di ibukota kebanyakan dari banjir kiriman dari bogor.

Hal tersebut saat ini beda dengan banjir bekasi yang titik-titik banjir justru semakin bertambah. Banjir di propinsi jawa-barat malahan semakin bertambah dari tahun ketahun. Seperti kota Bandung saja sudah sering terkena banjir yang dulunya jarang kita dengar, pada saat artikel ini ditulis.
Banjir bekasi juga terjadi di perumahan-perumahan elite di Bekasi.

Untuk Bekasi dan kota-kota besar lainnya di jawa barat atau di daerah lain di Indonesia, perlu juga dibuat semacam aturan terutama untuk pengembang perumahan. Banyak pengembang merayu konsumen mereka dengan bebas banjir. itu adalah kata yang paling mujarab untuk pengembang untuk konsumen mereka agar membeli perumahan yang dibangun pengembang.

Rumah-rumah elite tersebut banyak yang membeli untuk ditinggali maupun untuk investasi bagi si pemilik rumah. Dan betapa kecewanya mereka setelah menempati beberapa tahun kemudian perumahan tersebut terkena banjir apalagi hujan seharian penuh. Harga rumah tersebut juga langsung bisa jatuh karena pembeli selalu menghindari kondisi seperti iu.
Lalu adakah para pengembang tersebut bertanggung jawab dengan kejadian seperti itu, dimana awalnya mereka menawarkan rumah dengan bebas banjir?!


Untuk itu mungkin saatnya jika para pengembang perumahan tersebut mengklaim bebas banjir perlu juga diikat dalam suatu perjanjian seperti jaminan asuransi kebanjiran seperti yang terjadi diluar negeri.
Kerugian dari kebanjiran sangat banyak, bukan hanya rumah yang diterjang air dan merusak warna seperti air yang mengandung lumpur, dan juga seisi rumah seperti harta benda, kendaraan dan seisi rumah bahkan jiwa pun bisa terancam.

Perusahaan asuransi kemungkinan masih enggan untuk mengcover kerugian dari banjir yang terjadi di Indonesia terutama untuk rumah, tetapi ini bisa dikembangkan lebih jauh. Hanya saja perusahaan asuransi bekerja sama dengan pengembang untuk mengembangkan perumahan yang bebas banjir dan dijamin dengan asuransi!
Ini tentu daya tarik tersendiri bagi pemilim rumah dengan menambah keyakinan, jika terjadi banjir harta benda mereka akan ditanggung oleh perusahaan asuransi, tetapi masalahnya apakah perusahaan asuransi mau?

Video  Banjir bekasi

Related posts:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *