Asuransi untuk ternak sapi

Produk asuransi ternak sapi yang jarang kita dengar. Produk asuransi semkin meluas dengan berkembangnya kebutuhan yang ada pada masyarakat pada saat ini. Salah satunya produk aruransi ternak sapi yang mana produksi asuransi yang menyasar petani sapi.




Untuk membuka produk asuransi yang baru tentu membutuhkan perhitungan yang jeli terutama dari segment marketnya, produk yang baru biasanya membutuhkan usaha yang keras agar dapat diterima dan soalnya kesadaran untuk berasuransi masih sangat kurang terutama bagi masyrakat kita, apalagi langsung dibebani dengan premi dan hasil yang di dapat tidak instant yang membutuhkan waktu yang lama.

Produk asuransi yang sudah banyak kita kenal seperti produk asuransi pendidikan jiwa, kesehatan, ,kebakaran, dan lain sebagainya dan produk itu tampaknya sudah jenuh, karena umumnya perusahaan asuransi yang besar sudah pasti memiliki produk tersebut.
Baca juga asuransi pendidikan manulife vs prudential

Pruduk asuransi usaha ternaksapi (AUTS) kini dicoba di wilayah kabupaten Klaten ternyata target awalnya meleset. Yang ditargetkan 5000 ekor sapi tetapi yang tercapai hanya 850 ekor sapi saja.
” Baru ada 850 ekor sapi yang diikutkan sampai bulan Mei” kata Triyanto yang merupakan kepala DPKPP (Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, ketahanan Pangan dan Perikanan)

Asuransi untuk usaha ternak itu masih di dominasi di wilayah Kecamatan Prambanan, Jogonalan dan Kemalang yang terdiri dari 850 ekor sapi dari 30 peternak artinya yang baru ikut asuransi baru 10 persen saja dari total 15.000 ekor sapi yang ada.
Sedangkan untuk jawa tengah tercatat sampai 20.000 ekor, sedangkan di kabupaten Klaten ada sebanyak 5000 ekor sapi. jadi masih jauh dari target.




Usia sapi yang bisa diikutkan asuransi tersebut harus berusia delapan bulan keatas. dan besar premi asuransinya sebesar Rp 200.000 per ekor
Peternak tidak membayar penuh karena masih mendapat subsidi dari pemerintah dan hanya membayar sebesar Rp 40.000 per ekor per tahun nya.

Keuntungan yang di dapat dari asuransi tersebut adalah jika sapinya mati, sakit, kehilangan, kecelakaan maka petani tersebut akan mendapat ganti rugi sebesar Rp 10 juta per ekor. Dan saat ini di Kalten saja ada 5 ‘nasabah’ sudah mengklaim asuransinya.

Untuk membuka produk baru asuransi memang membutuhkan waktu dan tenaga agar target yang dicapai cukup memuaskan. Untuk itu membutuhkan perjuangan dari sales marketing dari asuransi tersebut agar nasabah mereka semakin banyak. Untuk itu penjelasan yang terus menerus dari mereka ini dan manfaat yang di dapat dari menjadi anggota asuransi tersebut sangat dibutuhkan apalagi dapat subsidi yang di dapat dari pemerintah sangat besar.

Sama dengan asuransi yang umum seperti asuransi pendiidikan, kesehatan, jiwa dan sebagainya, kesadaran sendiri masuk asuransi masih kurang, demikian juga dengan asuransi peternak sapi tersebut, karena mereka menganggap masih aman-aman saja mereka masih enggan masuk asuransi. Sebagian dari mereka juga mungkin belum mengetahui adanya asuransi tersebut.

Related posts:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *