Asuransi yang tidak ribet





Asuransi yang tidak ribet tentu semua harapan bagi semua calon nasabah yang ingin masuk asuransi terutama dalam klaim nya. Asuransi sesuai kebutuhan terus berkembang di masyarakat untuk itu perusahaan asuransi berlomba-lomba untuk mengeluarkan produk mereka yang terbaru sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Perusahaan asuransi juga harus melihat peluang yang ada terutama melihat perkembangan yang ada dimasyarakat. Apakagi untuk masyarakat menengah kebawah. Sebagai contoh Menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti sangat gencar untuk membantu nelayan dengan mengeluarkan asuransi untuk nelayan.

Susi juga menegaskan hanya untuk nelayan bukan untuk anak buah kapal karena ABK yang bayar asuransinya adalah perusahaan tempat mereka bekerja.
Walau demikian jelas perkembangan asuransi jelas berkembang dengan cepat terutama mengeluarkan jenis produk yang baru untuk memberikan perlindungan dan kini lebih menjangkau untuk masyarakat dengan penghasilan kecil

Asuransi apa yang cocok berusaha mungkin itu adalah pertanyaan yang sering ditanyakan untuk pengusaha termasuk yang baru saja yang berjalan usahanya. Tujuan mereka jelas untuk melindungi investasi mereka jika terjadi sesuatu .
Kalau asuransi umum yang selama ini sudah kita kenalĀ  asuransi kecelakaaan, kebakaran, asuransi rumah, asuransi perjalanan dan beberapa asuransi lainnya.

Perkembangan kebutuhan terutama dalam menjamin berusaha mengakibatkan perusahaan asuransi harus mengembangkan produk baru sebab produk dengan asuransi yang lama persaingan sudah jenuh seperti asuransi kesehatan, jiwa dan sebagainya sehingga ketertarikan masyrakat kepada produk yang lain terutama menunjang untuk kegiatan usaha sangat besar




Bagaimanapun juga setiap nasabah harus hati-hati dengan juga dengan perusahaan asuransi yang memberikan iming-iming kemudahan. Perusahaan asuransi tetap ingin mengambil untung dengan premi yang tetap anda bayarkan.
Kita masih melihat terutama dalam klain sering terjadi perselisihan antara nasabah dengan perusahaan asuransi. Hal ini tidak sesuai dengan perjanjina pertama yang telah disepakati bersama sehingga menimbulkan prselisihan dan harus berakhir di pengadilan.

Sebagai contoh sebuah harian lokal melaporkan perselisihan antara nasabah dan perusahaan asuransi dengan asuransi pendidikan. Tersebutlah seorang ayah mengasuransikan pendidikan untuk anaknya. Setelah sang anak menyelesaikan pendidikan SMA nya hendak masuk ke perguruan tinggi, ketika ditarik uang yang dijanjikan berbeda dengan pertama ketika perjanjian ditanda tangani. Nasabah tersebut meminta bunga 12 % pertahun seperti yang dijanjikan sementara pihak asuransi hanya mau membayar 4.5%. Saat artikel ini ditulis nasabah menggugat ke pengadilan perusahaan asuransi tersebut.

Untuk setiap calon nasabah ketika hendak memasuki perusahaan asurasi harus membaca dengan terliti perjanjian dengan perusahaan asuransi dengan detail. Sales atau marketing asuransi sering memberikan informasi yang tidak benar dengan produk yang mereka jual. Target dari sales adalah untuk mencari nasabah sebanyak-banyaknya tetapi mereka sering memberikan informasi yang melebuh-lebihkan dan ketika terjadi klaim maka persoalanpun terjadi dan tidak jarang harus berakhir di pengadilan.

Baca juga Perusahaan asuransi pembayaran dan klaim mudah tidak ribet

Related posts:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *