Arsip Kategori: Iptek

Inilah kisah perjalanan pesawat ruang angkasa Cassini selama 20 tahun

Setelah 20 tahun miisi pesawat Cassini berakhir

Hari ini Google doodle membuat gambar depannya sebagai memperingati 20 tahun perjalanan sejak diluncurkan mengitari Saturnus, planet bercincin  di tata suria. Tujuan missi itu sendiri untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya planet terbesar kedua di tatasurya tesebut.
Giovanni Domenico Cassini adalah seorang matematikawan dan astronom Italia yang lahir pada tahun 1625. dan diabadikan untuk pesawat tersebut.




Giovani adalah adalah orang pertama yang memperhatikan pembagian cincin Saturnus pada tahun 1675 dan sekarang, lebih dari 300 tahun kemudian, sebuah probe ruang yang namanya mengorbit di planet ini.

Pesawat ruang angkasa Cassini diluncurkan oleh NASA pada tanggal 15 Oktober 1997 yang lalu.
Pesawat tsb mengororbit Saturnus pada bulan Juli 2004 dan telah mempelajari planet dan memberikan informasi sejak saat itu.

Misi pesawat Cassini itu sendiri sudah berakhir, dan NASA bersiap untuk mendaratkannya langsung ke permukaan Saturnus sendiri. Pesawat ini, minggu ini, mengirim kembali sebuah gambar baru yang indah di Bumi, melihat sekilan melalui cincin Saturnus
Cincin Saturnus merupakan  bagian dari fase terakhir misi Cassini.

Perhitungan yang sebenarnya adalah habisnya cadangan bahan bakar untuk pesawat tersebut itu artinya  NASA akan menghancurkan pesawat tsb langsung ke planet tsb daripada mempertaruhkan kontaminasi berbagai penyakit biologis yang mungkin dan mendaratkan pada bulan Saturnus dengan menyimpannya di sana.




Memasuki di antara cincin Saturnus akan dimulai pada tanggal 26 April ini dan pesawat ruang angkasa kecil akan memotret apa pun yang bisa terjadi saat melewati lembaran raksasa puing-puing es.

Gambar google dodle dengan animasi menunjukkan Cassini dengan penuh semangat menggigitgambar Satur nus saat melewati cincin planet raksasa itu.

Cassini beroperasi sudah begitu terlalu jauh dari matahari untuk didukung oleh panel surya. Sebagai gantinya, ia menarik kekuatannya dari generator termoelektrik radioisotop (RTG). Hal ini, pada dasarnya, adalah benjolan kecil plutonium yang membusuk yang mengeluarkan panas dan tenaga saat ia rusak.

Meskipun RTG masih memiliki kekuatan saat Cassini berakhir, namun tidak akan cukup untuk menggerakkan orbit lebih lanjut dari planet masif ini.