Kenaikan harga rumah



Sesuatu yang stabil terjadi adalah kenaikan harga rumah hampir setiap tahun. Hal ini dapat kita lihat dengan grafik serta statistik pergerakannya yang selalu naik dengan tajam. Bisa dikatakan hampir semua kategori termasuk rumah murah atau yang bersubsidi apalagi untuk tipe rumah besar dan mewah.
Persentase kenaikannya berkisar 20 – 25 % pertahunnya. Kenaikan ini dipicu dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya seperti inflasi, kenaikan bahan bangunan, kenaikan upah buruh, kenaikan BBM dan gas dan lain sebagainya.

Naiknya harga rumah setiap tahunnya sangat dirasakan di kota besar seperti Jakarta, dimana urbanisasi ke kota ini juga naik setiap tahunnya sehingga dibutuhkan lahan untuk membangun rumah baru. Hal ini juga berimbas dengan kota satelit dari Jakarta itu sendiri seperti Depok, Bekasi, Tangerang dan Bogor. Berbagai perumahan yang sudah sangat terkenal seperti BSD di Serpong, Citra Garden di Cibubur, Emerald dan Harapan Indah di Bekasi dan lain-lain.
Kenaikan properti seperti itu juga terasa seperti kota-kota besar lain di Indonesia juga sama halnya seperti Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Sidoarjo dan lain-lain untuk setiap tahunnya.


Naiknya harga rumah dapat disebabkan dengan berbagai faktor seperti lokasi yang strategis, pembangunan infrastruktur di daerah tersebut sebagai contoh tiba-tiba ada pembangunan jalan tol dan masuk keluar gerbang di daerah tersebut yang sebelumnya tidak ada maka otomatis akan mendongkrak harga tanah sekitar itu dan otomatis menaikkan harga rumah.
Naiknya harga bahan-bahan bangunan, semen, bata, keramik, atap genteng, cat dan lain sebagainya. Baca juga lantai rumah modern

Langkah untuk mengatasi kenaikan harga rumah berbagai cara ditempuh. Hal ini tidak hanya mahalnya perumahan tetapi juga jauhnya dari lokasi kerja serta kemacetan terutama bagi pekerja. Maka apartemen adalah salah satu solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Di kota-kota besar khususnya Jakarta, Bekasi, Tangerang apartemen tumbuh dengan subur. Apartemen merupakan gaya hidup vertikal bukan hanya sebagai tren mengikuti kota-kota besar dunia tetapi sudah menjadi kebutuhan hidup yang mendesak untuk mengatasi masalah perumahan.

Bagi pembeli rumah dikota-kota bear tersebut selalu membandingkan kenaikan harga rumah vs apartemen serta untung ruginya membeli rumah atau apartemen. Bagi ingin berinvestasi juga ingin membeli apartemen daripada rumah karena apartemen dengan cepat juga bisa disewakan, sehingga modal mereka juga cepat balik dan investasi lagi dengan apartemen berikutnya. Hal ini juga dikarenakan persentase kenaikan harga bahan bangunan per tahun terus mengalami kenaikan.

Tingkat penjualan dari rumah maupun apartemen dapat dilihat dari meningkatnya permintaan pertahun. Dengan demikian pengembang untuk rumah dan apartemen bergairah untuk membangun rumah ataupun apartemen baru.

Artikel terkait http://lantai-modern.blogspot.co.id/

Related posts:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *