Melindungi rumah anda dari banjir




Melindungi rumah dari banjir? Ya, memang agaknya sulit apalagi daerah tersebut memang daerah banjir. Pemilik rumah tentu sudah hitung-hitungan berani tinggal di daerah tersebut dan berani mengambil resiko daripada pindah ke tempat lain yang bebas daerah banjir. Salah satu penyebab adalah dana yang terbatas untuk membeli rumah yang bebas banjir. Kedua adalah jauh dari tempat kerja atau berusaha sehingga lebih memilih daerah banjir. Soalnya banjir hanya satu atau dua kali setahun sehingga lebih menguntungkan tinggal di daerah tersebut, apalagi daerah tersebut sangat strategis dari usaha bisnis.

Banjir umumnya terparah di pulau jawa dan juga daerah lain di Indonesia. Jakarta sebagai ibukota selalu menjadi pusat perhatian karena sebagai ibukota adalah menjadi cerminan dari sebuah negara. Di ibukota adalah segala kegiatan bisnis dan menjadi pusatnya. Siapapun yang memimpin ibukota maka mencegah banjir adalah skala yang paling prioritas dan harus dikurangi. Normalisasi sungai dan membuat waduk adalah salah satu solusi dan juga membersihkan gorong-gorong sehingga sampah tidak membuat air mampet. Banjir kiriman dari Bogor adalah penyebab utama yang sulit dihindari banjir di jakarta.


Di provinsi jawa barat menjadi banjir selalu menerpa apalagi musim hujan. Hujan sehari saja membuat sungai langsung meluap dan menggenangi perumahan warga. Banjir bekasi adalah salah satu contoh yang selalu menjadi pemberitaan di berbagai media di tanah air. Banjir di Bekasi dari tahun ke tahun terus menghasilkan daerah yang rawan banjir yang walau dulunya banjir masih jarang terjadi.

Banyak pembeli rumah salah dalam perhitungan karena termakan rayuan oleh pengembang karena rumah yang dijual tersebut rawan banjir. Ketika anda membeli rumah tersebut kemungkinan anda tidak mendapatkan banjir selama lima tahun disebabkan daerah tersebut masih belum padat, dan semakin hari semakin padat sementara drainase dari perumahan tersebut tidak direncanakan dengan baik. Mungkin saja dalam komplek perumahan drainase atau pembuangannya sudah bagus tetapi akses keluar dari perumahan mengalami masalah atau tidak lancar sehingga terjadi hujan yang lama lama akhirnya menggenagi perumahan tersebut karena daya tampung air keluar dari perumahan tidak mencukupi sehingga menggenagi perumahan tersebut.

Hal ini bukan hanya terjadi pada komplek perumahan yang menengah kebawah tetapi juga sampai pada perumahan elite yang dibangun oleh pengembang, sehingga mengakibatkan harga jual kembali rumah di komplek perumahan tersebut menjadi jatuh.

Jika anda sudah tinggal ditempat seperti itu dan tidak akan berpindah maka salah satu jalan yang mungkin anda lakukan adalah mencegah banjir di rumah anda dan komplek perumahan disekitar anda. Bebas banjir seratus persen mungkin tidak, tetapi bisa mengurangi laju kecepatan banjir. Misal sebelumnya banjir terjadi dalam waktu empat jam terus menerus, dengan membenahi bisa dikurangi menjadi satu hari, atau semalaman hujan terus menerus.

Lingkungan sekitar perlu sekali diperhatikan, artinya juga lingkungan diluar komplek perumahan anda.Jika diluar komplek perumahan ada sungai yang melewati, maka perawatan untuk sungai tersebut sangat perlu sekali! Hujan selalu membawa erosi sehingga sungai cepat dangkal dan belum lagi jika ada warga yang membuang sampah ke kali tersebut.
Untuk itu perlu secara rutin untuk mengeruk sungai tersebut, sebagai contoh dua tahun sekali. Jika ini bisa melibatkan pemda sangat bagus sekali karena membutuhkan alat-alat berat. Jika tidak dilakukan secara swasembada, karena sungai merupakan penampung untuk mengalirkan air. Got-got sekitar anda harus lah bebas dari sampai dan tidak membuang sampah sembarangan.

Anda juga harus perhitungkan untuk kondisi yang terburuk sekali. Jika air sudah menggenangi sampai perumahan apalagi telah sampai masuk ke rumah maka setinggi apa air masuk kerumah jika kondisi banjir terburuk. Untuk itu lantai rumah anda perlu ditinggikan dan tentu saja ini membutuhkan dana yang tidak sedikit juga.
Jika kondisi demikian maka solusi yang lain adalah membuat rumah bertingkat tentu saja lebih aman, dan hanya menempatkan barang-barang sederhana dan mudah diangkat dilantai satu dan kegiatan dan kamar utama di lantai dua.
Begitu juga kendaraan anda seperti sepeda motor atau mobil, jika kondisi terburuk seperti itu maka pengamanannya karena banjir harus anda antisipasi seperti memberi garasi yang cukup tinggi atau memindahkan ketempat yang aman.

Mungkin cara seperti ini pemilik rumah yang tinggal di daerah banjir sudah paham dengan kndisi tersebut. yang tidak menjadi perhatian adalah kondisi diluar komplek peruamahan karena ini menyangkut rt dan rw sekitarnya harus saling kordinasi dan melakukan kerjasama serta gotong royong untuk kebersihan dan perawatan saluran air bersama.
Hal ini sangat tergantung kepada kepala lingkungan, atau rt/rw atau kepala desa yang menaungi daerah tersebut. Kebanyakan masalah seperti ini yang kurang kordinasi.
Kebanyakan kepala lingkungan hanya memikirkan lingkungan mereka sendiri saja, sedangkan untuk pencegahan banjir seperti ini harus koordinasi secara menyeluruh.

video banjir di bekasi di perumahan nasio

Related posts:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *