Memahami life cycle konsep



Konsep produk life cycle sangatlah penting untuk sebuah perusahaan yang berkaitan dengan produk mereka sendiri. Istilah life cycle dalam bahasa Indonesia dengan istilah siklus hidup tetapi dalam penggunaan istilah life cycle lebih sering digunakan dalam sehari-hari. Hal ini sangat berhubungan dengan siruasi pasar yang sangat dinamis maka seorang menejer dalam sebuah perusahaan harus memahami kondisi produk mereka yang ada dipasaran.
Produk life cycle itu berhubungan dengan peluncuran pertama dari produk itu sendiri dan berkompetisi dengan produk sejenis sampai kepada terjadinya kejenuhan dipasaran. Hal ini tentu harus dihitung dengan cermat bagaimana penyebarannya serta penerimaan di masyarakat dan tingkat distribusinya.

Persiapan untuk itu harus dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Untuk itu riset perlu dilakukan. Perlu diketahui seperti apa produk yang akan dibuat sampai seluruhnya jadi atau sudah dalam kemasan. Juga dihitung biaya yang akan dekeluarkan untuk itu sementara pendapatan akan nihil pada jangka waktu tertentu. Pertumbuhan yang akan diharapkan dan bagaimana kenaikan penerimaan pasar seperti kenaikan kurva seperti pada grafik yang ditunjukkan.
Setelah penerimaan umum di masyarakat maka penjualan diharapkan dengan tajam serta berapa laba yang diterima dari peningkatan tersebut. Kemudian juga dihitung berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk pengembangan produk tersebut.

Produk baru yang telah diciptakan pasti akan dilihat oleh kompetitor dan kemungkinan akan membuat produk yang sejenis dengan melihat kelemahan produk yang telah dibuat sebelumnya dan membuat produk yang lebih unggul. Dengan demikian maka penjualan akan menurun seiring dengan meningkatnya kompetitor yang juga  melakukan riset yang sama sebelumnya.
Hal demikin bisa mengakibatkan penurunan penjualan menadi jauh tergantung bagaimana tingkat keunggulan masing-masing dari produk dan tentu saja dengan harga yang ditawarkan.
Ujung-ujungnya bisa saja penjualan menjadi tekanan yang lebih berat karena penjualan menurun tajam serta biaya yang dikeluarkan cukup tinggi. Dan berapa lama produk tersebut berlangsung. Kondisi seperti itu dapat ditunjukkan seperti gambar sebuah gunung. Kurva gunung bisa lebih datar dan bisa juga sangat curam sesuai dengan kondisi waktu.


Jelas dengan melihat kurva tersebut seorang menejer dalam sebuah perusahaan harus lebih kreatif lagi untuk menciptakan produk-produk baru yang lebih disukai oleh konsumen. Hal itu tidak harus merombak bahan dari produk, dari hal pembaharuan dalam kemasan saja bisa di dapat hasil yang signifikan.
Fase-fase pernurunan itu harus dimonitor dan harus diketahui penyebabnya dengan pasti, sehingga apakah masih bisa biantisipasi tanpa harus membuat produk baru agar tetap memberi keuntungan bagi perusahaan.
Bagaimanapun juga grafik dari produk life cycle bukan sesuatu yang mutlak persis seperti itu. Grafik itu memberikan bantuan kepada pimpinan perusahaan dengan data yang akurat untuk mengambil suatu keputusan.

Tidak terkecuali dengan produksi plat lubang. Life cycle juga ada terutama dalam produk jadinya. Produk jadi plat lubang misal untuk speaker untuk pengeras suara atau musik. Produk ini desain sangat menentukan. Sebagai contoh speaker untuk mobil Honda menggunakan plat lubang hexagonal, maka produk speaker untuk jenis mobil lain seperti Hyundai, Toyota akan menggunakan speaker bentuk lubang yang lain dengan desain yang berbeda misalnya bentuk polygonal sehingga kelihatan lebih menarik dan Toyota juga akan membuat bentuk yang berbeda pula. Jika dalam waktu tertentu maka Honda pun akan merubah lagi desain speaker mereka dengan bentuk plat lubang dengan desain seperti jajaran genjang sehingga lebih menarik dari kompetitonya. Jadi setiap produk yang dihasilkan selalu ada jangka waktu tertentu dipasaran terutama ketika mengeluarkan desain produk baru maka ada saja desain yang berbeda dengan sebelumnya.

Jelas bahwa produk life cycle sangat berarti bagi setiap perusahaan agar tetap eksis dengan persaingan semakin ketat. Inovasi dan kreatifitas sangat diperlukan untuk membuat produk-produk baru agar tetap memenagkan dengan produk sejenis.
Mungkin sebagai konsumen tidak terelu menyadari perubahan-perubahan produk disekeliling anda dengan merek yang sama. Sebagai contoh kita ambil saja produk dari Unilever seperti Rinso misalnya. Mungkin sekitar tiga puluh tahun yang lalu masih ingat kemasannya serta aroma deterjen itu seperti apa dan bentuk kemasannya juga. Bandingkan dengan sekarang aroma dan kemasannya juga berubah serta produknya juga lebih bervariasi. Saingan produk itu juga tumbuh dengan subur dengan produk yang berbeda seperti aroma dapat dibuat seperti jeruk, apel dan lain-lain serta kemasan yang berbeda pula.

Contoh lain untuk plat lubang dengan produknya adalah knalpot sepeda motor atau mobil. Penggunaan plat lubang pada motor dan mobil sangat bervariasi desainnya dari waktu kewaktu terutama yang paling cepat adalah untuk sepeda motor. Kalau dalam knalpot plat lubang itu disebut juga dengan ‘sarangan’ yang memfilter suara dari kendaraan tersebut.
Plat lubang Jakarta juga memproduksi plat lubang untuk kendaraan seperti SPCC untuk yang lebih berkelas seperti stainless steel. Diketahui bahwa harga plat lubang stainless steel cukup mahal seperti jenis SS 304 yang paling umum digunakan dipasaran.

Anda dapat melihat produk-produk yang lain serta bagaimana perubahan yang ada. Mungkin konsumen tetap setia terhadap sesuatu produk dengan brand tertentu, tetapi produsen juga terus kreatif dalam membuat produk-produk baru.
Setiap perusahaan terutama jajaran menejernya betapa pentingnya untuk mengetahui produk life cycle agar perusahaan tetap eksis dan meraup keuntungan.

Related posts:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *