Arsip Tag: Apa efeknya jika cicilan KPR terlalu besar?

Menjadwal kembali hutang-hutang anda sebelum mengajukan KPR

Meski mempunyai hutang masih mungkin mengajukan KPR, mungkin sebaiknya menjadwal kembali hutang-hutang anda sehingga tidak membebani kehidupan anda sehari-hari karena salah dalam mengelola hutang-hutang anda.




Tidak bisa dipungkiri bahwa rumah merupakan harga yang termahal dalam pembelian yang pernah anda beli. Dan yang menjadi pertanyaan apakah anda puas dengan pembelian yang termahal yang anda miliki tersebut?

Ternyata hasil survey cukup mengejutkan karena setelah pembelian rumah tersebut mereka mencoba untuk memperbaiki kesalahan tersebut.
Beberapa dari mereka malahan tidak paham dengan soal KPR dan menyesal tidak membandingkan KPR yang ditawarkan satu bank dengan bank yang lainnya.

Banyak diantara yang membeli rumah sekitar 61 persen menyatakan penyesalan atas rumah yang mereka beli. Dan paling tidak sebanyak 50 persen menyatakan menyesal dengan pembelian rumah mereka.

Hal ini dengan mudah ditebak alasan utamanya adalah karena tidak ada dukungan dari kekuatan financial yang mereka miliki selama ini. Kemudahan dalam pemilikan rumah yang ditawarkan oleh bank mereka sangat tergiur sehingga mereka dengan secepatnya ingin memiliki rumah.

Salah satu yang membuat penyesalan adalah banyaknya uang yang digunakan untuk cicilan rumah, dengan tidak menghitung dengan cermat besarnya cicilan yang harus ditanggung sehingga mengganggu untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Kepentingan pribadi juga harus dikorbankan untuk membayar cicilan bulanan yang terlalu mahal. Akibatnya banyak diantara mereka harus mencari pekerjaan tambahan, bahkan harus berhenti menabung untuk pensiun dan harus berutang pula pada kartu kredit dengan cara gali lobang tutup lobang.

Penyesalan lain adalah membeli rumah yang salah. Tergiur dengan harga rumah yang murah, ternyata lokasinya jauh dari tempat bekerja dan lamanya waktu jarak tempuh ke tempat kerja. Atau setelah membeli rumah lokasi tempat bekerja berubah sehingga tidak effisien lagi dengan jarak tempuh antara rumah dengan tempat kerja.

Banyak anjuran agar memiliki rumah dengan segera, daripada ngontrak terus menerus. Mengontrak rumah maka anda tidak akan pernah memilikinya. Dengan membeli rumah maka anda sudah mempunyai rumah sendiri. Sebenarnya anggapan seperti ini tidak selamanya benar. Apalagi secara financial anda benar-benar sudah siap untuk membeli rumah. Menyicil rumah juga harus menanggung biaya-biaya lain seperti perbaikan, asuransi dan biaya-biaya lain pada saat pembelian.




DP yang diperlukan ada kalanya sangat membebani, Banyak beranggapan dengan DP yang kecil sampai 0 persen akan menguntungkan, makin kecil DP sebenarnya cicilan makin besar. Semakin besar DP maka cicilan juga semakin kecil.
Maka untuk itu hitung-hitungannya harus jelas. Berapa besar bisa DP yang diberikan lalu berapa besar cicilan yang harus anda lunasi perbulannya dan bandingkan dengan pendapatan anda saat ini sehingga tidak membebani kehidupan anda sehari-hari. Ini belum dihitung jika anda memiliki cicilan lain seperti kendaraan. Baca juga pinjaman pribadi dengan segera dan aman

Skema cicilan anda harus pahami. cicilan sebaiknya tidak melebihi 30 persen dari pendapatan anda saat ini, Jika lebih besar dari itu maka kebutuhan anda sehari-hari akan terganggu. Anda juga perlu cicilan yang anda bayar itu bungan fixed rate atau float rate?
Bagi anda yang melum memiliki rumah sebaiknya anda berhitung lagi dengan cermat.

Banyak diantara pembeli rumah, beranggapan membeli rumah akan  menguntungkan dari yang lain, karena harga rumah akan dengan cepat melambung tinggi apalagi dibandingkan dengan bunga bank. Rumah bisa juga sebagai investasi jangka panjang.
Pendapat itu benar jika anda mempunyai dana yang lebih saat ini, maka investasi seperti itu sangat menguntungkan. Tetapi jika anda membayar cicilannya anda harus mengorbankan kehidupan anda sehari-hari maka besar kemungkinan anda harus menjual kembali sebelum pinjaman atau cicilannya lunas atau take over kredit dari kepemilikan rumah..