Arsip Tag: Apakah STNK juga mempunyai asuransi ?

Ketika beli kendaraan perpanjang SIM tak perlu bayar asuransi

Ketika anda membeli kendaraan maka anda sudah tercover asuransi kecelakaan sehingga ketika anda memperpanjang SIM sebenarnya tidak perlu lagi membayar asuransi kecelakaan tersebut.




Banyak justru pemilik kendaraan bermotor tidak mengetahui hal ini. Jaminan asuransi kecelakaan akan mendapatkannya ketika mengurus SIM dan STNK dan perusahaan leasing atau pembiayaan dalam pembelian kendaraan bermotor juga sudah memasukkan asuransi jiwa dalam paketnya.

Asuransi kecelakaan yang diperoleh dari SIM tersebut sifatnya tidak wajib seperti yang ditawarkan oleh PT Asuransi Bhakti Bhayangkara, demikian dikatakan Kepala Seksi SIM Direktorat Lali Lintas Metro Jaya, Komfol Fahri Siregar.

Tawaran yang diberikan ini bersifat tidak wajib dan diluar mekanisme pembuatan SIM. Bagi yang mau pakai bagi yang tidak ngga apa-apa karena sebatas penawaran dimikian Fahri menjelaskan.

Premi yang ditawarkan untuk asuransi ini preminya Rp 35.000 untuk 50 cc sampai 250 untuk kendaraan bermotor sedangkan untuk jenis sedan, jip dan lain-lain sebesar Rp 143.000,.

Selain itu dalam STNK juga sudah ada perlindungan dalam asuransi, seperti SWDKLLJ yang merupakan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan dan anda membayarkan ketika pajak kendaraan anda dan otomatis kita ikut dalam asuransi yang dikelola Jasa Raharja yang merupakan perusahaan BUMN. Baca juga Asuransi pendidikan anak

Ini adalah contoh mengembangkan asuransi yang kreatif, artinya asuransi harus ‘jemput bola’ yang langsung mendatangi nasabah dengan cara yang lebih efektif. SIM dan asuransi kecelakaan adalah hal yang paling dekat. Maka terbitlah ide untuk menawarkan untuk asuransi kecelakaan, daripada repot-repot untuk membuat asuransi kecelakaan secara terpisah, lebih baik sekalian saja waktu pengurusan SIM.

Mengambil nasabah secara massal memang harus dicari celah yang cocok utuk itu, misal contoh lain adalah dengan mendatangi perusahaan-perusahaan, jika berhasil maka nasabah yang didapat dalam jumlah yang lumayan besar apalagi karyawannya dalam jumlah besar.
Kalau mengambil satu persatu cukup lama, dan kebanyakan nasabah yang di dapat juga karena masih ada hubungan saudara, keluarga atau teman dekat.




Kesadaran dalam berasuransi masyarakat kita masih jauh, sehingga kejelian dalam mengambil peluang harus pandai-pandai oleh sales atau marketing nya.Apalagi produk yang ditawarkan sudah tergolong jenuh dan sudah menjadi umum dan orang sudah terbiasa mendengarnya.

Untuk itu produk asuransi lebih dikembangkan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat termasuk golongan menengah kebawah. Contohnya adalah asuransi untuk nelayan, peternak sapi, atau untuk petani dan sebagainya.
Yang jelas bahwa masyrakat harus bisa mengerti fungsi asuransi sebagai proteksi atau perlindungan dan bukan bisnis.

Bagaimanapun juga peluang bisnis asuransi masih sangat terbuka lebar di Indonesia, sehingga masih banyak perusahaan dan terutama produk asuransi yang lebih beragam yang dibuthkan sesuai dengan perkembangan masyarakat.

Baca juga artikel asuransi pendidikan manulife vs prudential