Arsip Tag: Berapa premi asuransi usaha tani dan pertanggungannya ?

Asuransi usaha tani padi seberapa penting

Tergantung apa yang diproteksi untuk pentingnya usaha tani yang perlu diasuransikan. Ini adalah prinsip asuransi yang paling mendasar. Bahkan jika masyrakat menganggap yang diproteksi resiko nya kecil bahkan tidak perlu diasuransikan.




Ini salah satu produk asuransi yang berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyrakat khususnya petani untuk mengasuransikan lahan pertanian mereka yang dikelola oleh Urusan Usaha Pertanian Asuransi Jasindo (BUMN)
Jadi Jasindo merupakan nama perusahaan yang memberikan asuransi usaha tani salah satunya saat ini.

Lahan pertanian yang diasuransikan untuk melindungi lahan dari hama tikus, wereng, dan berbagai penyakit tanaman, dan berbagai faktor alam seperti banjir dan kekeringan yang terlalu lama sehingga menyebabkan gagal panen.

Sebenarnya resiko untuk asuransi usaha yani ini cukup tinggi bila kita lihat seringnya gagal panen di beberapa daerah di Indonesia dengan berbagai macam penyebab seperti yang disebutkan diatas.
Petanipun semakin sadar dengan keadaan tersebut dan makin banyak mengasuransikan tanaman yang mereka garap sebab gagal panen menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi mereka sehingga kehidupan merekapun semakin terancam.

Jumlah sawah petani yang diasuransikan semakin luas semenjak dua tahun terakhir di tahun 2015 -2016 memang baru ada sekitar 600 ribu hektar dan jumlahnya akan bertambah terus dan akan diperkirakan mencapai 1 juta hektar pada tahun 2017, karena petani sudah semakin sadar akan resiko yang dihadapi.

Menurut laporan Jasindo sendiri sudah membayar klaim sebesar Rp 71 milyar kepada petani, dan pembagiannya 70 persen untuk petani di jawa tengah dan Jawa timur karena daerah tersebut terkena banjir seperti banjir di daerah Bengawan Solo.

Sementara nasabah asuransi usaha tani tersebut masih di dominasi oleh petani penggarap sebanyak 75 pesen, malahan yang punya lahan sendiri belum masuk asuransi, hal ini mungkin pengambilan keputusan masuk asuransi masih pikir-pikir.




Biaya premi asuransi usaha tani tersebut sebesar Rp 180 ribu per hektar dan saat ini masih disubsidi pemerintah sebesar 70% sehingga biayanya hanya Rp 36.ribu per hektarnya, dan uang pertanggungannya sebesar Rp 6 juta per hektar jika mengalami gagal panen 70 persen.

Selain itu Jasindo juga sudah mengeluarkan asuransi untuk Asuransi Ternak Sapi (AUTS) yang sudah mendapat proteksi asuransi sebanyak 57.175 ekor sapi.
Yang jelas bahwa Jasindo program mereka membantu pemerintah.

Bagaimana dengan perusahaan asuransi swasta lainnya? Umumnya mereka kebanyakan masih berkutat pada asuransi yang umum seperti Asurasi kesehatan, pendidikan, jiwa, belum banyak produk-produk mereka menyentuh rakyat kecil.
Mungkin karena asuransi seperti itu masih besar subsidi dari pemerintah maka mereka pun belum berani terjun kesana karena perusahaan asuransi komersial harus hitung-hitungan dulu sebelum mengeluarkan produk baru.

Baca juga Asuransi pendidikan Manulife vs Prudential