Arsip Tag: Kakek Anies adalah seorang pejuang sejati

Kakek Anies ternyata pernah bekerja di perusahaan China

Kakek Anies pernah bekerja di perusahaan China

Ternyata kakek Anies, Abdulrahman Baswedan pernah menjadi wartawan milik orang Tionghoa, nama korannya Sin Tit Po. Koran itu sendiri diterbitkan pada 2 Desember 1929 sejumlah warga Tionghoa pada saat itu di Surabaya.
Susunan pemimpim pada surat kabar tersebut adalah Tan Ping Lee dan Liem Koen Han dan belakangan AR Baswedan dan Pouw Kioe An sebagai ‘Redactie’ menggantikan Liem Koen Hian.
Kemudian Liem Koen Hian mendirikan Partai Tionghoa Indonesia yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Sin Tit Po mendukung politik PTI untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang mendukung untuk kemerdekaan Indonesia. SinTit Po sendiri tutup selamanya setelah datangnya tentara jepang.

AR Baswedan seorang peranakan Arab dan bekerjasama dengan keturunan Tionghoa berjuang bersama untuk kemerdekaan Indonesia
Jelas kakek Anies adalah nasionalis sejati, Ia adalah pejuang kemerdekaan Indonesia sama halnya seperti Lim Koen Hian dan bersama orang Tionghoa lainnya pada saat itu.

Bahkan disebut dalam wikipedia Baswedan itu sangat sederhana dan tidak pernah memikirkan harta material. Sampai akhir hayatnya AR Baswedan tidak memiliki rumah. Dia dan keluarga menempati rumah pinjaman di dalam kompleks Taman Yuwono di Yogyakarta, sebuah kompleks perumahan yang dipinjamkan oleh Haji Bilal untuk para pejuang revolusi saat Ibukota di RI berada di Yogyakarta. Mobil yang dimilikinya adalah hadiah ulang tahun ke 72 dari sahabatnya Adam Malik, saat menjabat Wakil Presiden
AR Baswedan sendir  meninggal Februari 1986. Sekitar 2 minggu kemudian, kondisi kesehatan AR Baswedan menurun dan meninggal. AR Baswedan dimakamkan di TPU Tanah Kusir berdampingan dengan para pejuang Indonesia yang menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.




Saat ini Anies mencoba menghapus sejarah perjuangan itu demi kursi gubernur?!
Sejarah membuktikan bahwa tidak ada perbedaan agama, etnis dll bisa berjuang bersama untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
Lalu kenapa sekarangmasalah SARA selalu diungkit-ungkit hanya untuk Pilkada?
George Orwell pernah menulis: “cara paling efektif untuk menghancurkan sebuah masyarakat adalah dengan membuat mereka lupa akan sejarah bangsa mereka.
Ah…semoga itu tidak terjadi buat seorang Anies Baswedan…