Arsip Tag: Kepemilikan saham pabrik semen masih dikuasai asing

Dibalik demo masyarakat pabrik semen Rembang

Terkait dengan demo pro dan kontra pendirian pabrik semen Rembang sementara yang berdemo sampai menyemen kakinya protes terhadap pabrik semen milik pemerintah tersebut.
Demo yang dilakukan karena para petani Kendeng sebelumnya menilai izin yang diterbitkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melangkahi janji yang sudah disampaikan Jokowi ke petani pada Agustus 2016 lalu. Saat itu, Jokowi berjanji tidak ada aktivitas penambangan yang dilakukan hingga kajian lingkungan hidup strategis yang dilakukan pemerintah selesai dilakukan.


Membuat pabrik semen di Indonesia sangat menggiurkan apalagi bahan baku untuk semen seperti tambang batu kapur masih melimpah di Indonesia dan konsumsi semen di Indonesia masih tergolong kecil hanya sekitar 229 kg per kapita, sedangkan negara tetangga seperti Malaysia, Singapore dan Vietnam sudah di atas 500 kg per kapita. Dan dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan penjualan semen di Indonesia mencapai 9,5 persen per tahun.
Makanya jangan heran investor asing sangat tergiur untuk membangun pabrik semen di Indonesia dan sampai saat ini juga pabrik semen masih dipenuhi oleh pemain asing

Berikut ini daftar pabrik semen sahamnya milik pemerintah dan milik asing

Data tabel diatas diambil dari  bareksa.com

Jelas bahwa Asosiasi Semen Indonesia (ASI) sahamnya dikuasai pemain asing. Secara teknis, terdapat tujuh anggota ASI, yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), yang menaungi PT Semen Padang, PT Semen Gresik dan PT Semen Tonasa. Enam perusahaan lainnya adalah PT Holcim Tbk (SMCB), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), PT Andalas Indonesia, PT Bosowa Maros dan PT Semen Kupang. Tiga dari tujuh produsen semen ini, sahamnya sudah dimiliki investor asing.

Ada lagi beberapa pabrik semen yang tidak masuk anggota ASI yang pemiliknya Grup Wilmar — perusahaan berbasis di Singapura yang dimiliki oleh pengusaha nasional Martua Sitorus dan Kuok Khoon Hong, keponakan konglomerat Malaysia Robert Kuok.

Itu hanya sebagai gambaran sekilas pemain semen di Indonesia dengan adanya demo semen Rembang tersebut apa benar karena lingkungan?
Jadi kalau ditelusuri ujung-ujungnya karena persaingan bisnis di industri semen sebab pemerintah ingin mengembangkan sayap di Industri semen yang selama ini dikuasai asing. Jadi terjawab sudah siapa sebenarnya yang anti asing?