Arsip Tag: sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia

Sitem pendidikan Indonesia saat ini





Kualitas sistem pendidikan Indonesia saat ini jelas buruk apabila dibandingkan dengan negara tetangga saja kita kalah jauh seperti Malaysia, Thailand apalagi Singapura.
Memang karakter yang kita inginkan adalah karakter yang terpuji dan membanggakan tetapi kalau dilihat sistem pendidikan itu sendiri kebanyakan bersiat hafalan dan text semata.

Kita juga sering terkecoh dengan berita anak didik kita setingkat SLTA beberapa orang setiap tahun memenagkan olimpiade fisika, matematika dan beberapa mata pelajaran lainnya. Memang kita bangga dengan prestasi mereka itu, tetapi jika kita lihat secara keseluruhan maka penguasaan ilmu pengetahuan dan matematika kita terglolong paling rendah di dunia

Jelas pendewasaan anak melalui jalur pendidikan yang ditempuhnya, sesuai dengan minat masing-masing dari anak menurut bakat masing-masing.
Ujian Sekolah (US) yang sering dilalukan adalah untuk tolok ukur kejujuran anak itu sendiri. Guru yang sudah mempersiapkant agar anak didik mengerjakan soal ujian diharapkan dengan penuh kejujuran, bisa saja sirna idealisme dan dedikasinya, ketika ada harus tuntutan target yang tidak diyakini sesuai kemampuan. Berbagai upaya akan ditempuh untuk memenuhi target tersebut. Akhirnya, kita lihat tak jarang kecurangan dilakukan. Anak diberikan kunci jawaban soal, diajarkan ketidakjujuran, menganggap bahwa curang itu sudah biasa, tidak jujur itu biasa, dan tidak merasa itu suatu dosa.

Ujian sekolah  khususnya untuk dilakukan untuk berbagai tingkatan sekolah. Di beberapa daerah tidak jarang dijumpai aksi-aksi yang sering membuat anak didik tegang dan dan sama sekali  merasa tidak nyaman serta menganggap bahwa ujian sekolah adalah satu-satunya kegiatan menempuh pendidikan serta yang menentukan masa depan. Ada semacam tradisi ataut seolah menghipnotis siswa agar selalu semangat latihan menjawab soal dengan sistem drill yang melelahkan, seakan menjadi syarat yang harus diikuti anak didik sebelum ujian. Baca juga Asuransi pendidikan

Dan itu harus dipenuhi dalam pendidikan dengan daftar nilai-nilai yang bagus sementara anak didiknya kehilangan keberanian, rasa percaya diri, kehilangan kemandirian, kehilangan proses menikmati masa bermain, dan seolah-olah nilai yang sempurna adalah puncak dari segala proses pendidikan. Sejatinya, keseimbangan nilai dan keberanian berpikir adalah paling utama dengan bebas bertanggung jawab menjadi tujuan dari proses pendidikanuntuk membentuk karakter anak bangsa yang memang subjektif dinilai tetapi bisa dirasakan.

Sesungguhnya hasil dari ujian sekolah adalah pembuktian dari segala proses pendidikan kejujuran dengan belajar sungguh-sungguh materi yang diberikan. Bangsa yang jujur akan menghasilkan sosok masyarakat yang jujur. Siswa yang jujur membebaskan hidupnya kelak dari perasaan bersalah dan berdosa sehingga mereka akan merasa lebih merdeka, berwibawa, dan jauh dari perilaku koruptif dalam segala lini.

Ketika proses belajar di kelas, kita lihat bahwa peserta didik diajak guru untuk selalu memiliki nyali dan berani mengatakan tidak bisa dan bertanya, ketika memang tidak bisa. Keberanian siswa untuk bertanya dan berani kritis akan suatu masalah pastilah tidak mungkin instan dalam mencapai sesuatu.




Banyak kita lihat dikelas setelah guru memberi penjelasan materi, siswa itu diam saja, tidak mampu memberikan pertanyaan, apalagi menjawab pertanyaan dari guru, sehingga kadang-kadang gurunya yang menjadi stress sendiri.

Motivasi siswa sangat penting untuk dibangkitkan untuk semangat dalam mempelajari ilmu yang diberikan. Peran orang tua dan guru bersama-sama penting untuk membuat konsentrasi dengan memberikan minat anak untuk mempelajari materi yang diberikan..
Perhatian orang tua sangat penting karena waktu belajar dan pertemuan guru dan murid juga sangat singkat.

Peran rang tua sangat penting dengan memberi contoh keteladanan yang jujur. Serta peduli kepada orang lain merupakan kunci bagamaina mewujudkan generasi yang menjadi idaman dan berperilaku berkemajuan.dalam mencapai tujuan dengan pendidikan yang ditempuhnya. Jadi selain guru dalam perannya yang terbatas, orangtua dan masyarakat serta lingkungan sekitarnya pun sangat berperan.

Artikel terkait  Asuransi pendidikan sinarmas